Curiculum Vitae

Berikut Adalah Identitas Diri :

  • Nama Lengkap : Riki Ramadhan
  • Tempat Tanggal Lahir : Kuningan, 07 Februari 1995
  • Agama : Islam
  • Alamat Tinggal : Rt. 011 Rw. 003 Dusun Pahing Desa Cilimus, Kec. Cilimus Kabupaten Kuningan Jawa Barat
  • Golongan Darah : B
  • Status Nikah : Belum Menikah
  • Saudara Kandung : 1 Kakak Laki-Laki & 1 Adik Perempuan
  • Pekerjaan : Creator Internet Marketer

“Jangan Tanyakan Aku Siapa, Aku Bukan Siapa-Siapa”

Formal & Non Formal

Latar Belakang Pendidikan

  • SDN 2 Cilimus
  • SMPN 1 Cilimus
  • SMAN 1 Cilimus
  • IAIN Syekh Nurjati Cirebon Program Sarjana Fakultas Dakwah Jurusan Ilmu Komunikasi & Penyiaran Islam
  • Pesantren Quran Asy Syafi'iyah
  • Pusat Pengembangan Tilawatil Quran (PPTQ) Cirebon
  • Pesantren Tahfidz Daarul Quran (PPPA DaQu)
  • Kuliyyatul Mua'limin Program Ma'had di Ponpes Al-Mutawally

“Tidur Adalah Penghianatan Besar Bagi Para Penuntut Ilmu”

Tentang Diri

Riki Ramadhan lahir di Kuningan 07 Februari 1995, anak kedua dari pasangan Jaja Jajuri dan Endah Mubaedah. Kakaknya bernama Rahmat Jaenuri dan Adiknya bernama Sri Siti Fatimah. Kedua saudaranya tersebut sudah menikah. Ayah saya bekerja sebagai wiraswasta namun telah berhenti 2 tahun terakhir ini dan ummi saya adalah seorang Ibu Rumah Tangga. 

Saya gemar membaca dan menulis, bahkan sejak kuliah sering mengirimkan tulisan-tulisan ke media massa dan pernah menerbitkan buku cerpen dan pantun pada tahun 2018 “Dibalik Kota Kecil”. Disamping kesibukan bekerja, kegiatan saya adalah mengajar Al-Quran dibeberapa Rumah Tahfidz baik offline maupun online, di mushola, dan mengisi kajian atau diskusi kegamaan serta menjadi pemateri seminar atau stadium general di sekolah, Kampus maupun pesantren. Dan saya juga aktif sebagai Peruqyah untuk sarana dakwah dan pengobatan Islami. Sampai saat ini Alhamdulillah saya tidak pernah bersentuhan kulit dengan lawan jenis, dan In Syaa Allah bisa menjaganya. Dan saya tidak menonton televisi, dan tidak bermain game.

“Musuh Terbesar Manusia Adalah Ketakutan dan Keraguan Yang Bersemayam Dalam Dirinya”

Persiapan Pernikahan

IN SYAA ALLAH SIAP

FINANSIAL

In Syaa Allah Siap

ILMU PERNIKAHAN & MEMBANGUN KELUARGA SAMAWA

In Syaa Allah Siap

MENTAL

In Syaa Allah Siap

Tujuan Taaruf

Antum dan ana, saya dan kamu merupakan manusia ciptaan Allah yang memiliki perbedaan karakter. Perbedaan itu semakin jelas jika kita melihat kepribadian masing-masing secara mendalam. Setiap orang, baik ana dan antum, memiliki latar belakang, sifat, dan keinginan yang berbeda.  Perbedaan yang ada pada ana dan antum itulah yang membuat masing-masing perlu saling mengenal sebelum menikah. Proses perkenalan juga hendaknya dilakukan sesuai dengan syariat, yaitu melalui proses taaruf. 

Untuk mencapai pernikahan, Islam tidak menganjurkan adanya pacaran. Islam mengajarkan pemeluknya untuk saling mengenal melalui taaruf sebelum menikah. Sebagaimna dalam surat Al Hujurat ayat 13. Allah berfirman, “Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (li-ta’arofu)”. 

Maka dari itu, proses taaruf bisa dilanjutkan jika diantara kita menemukan kecocokan. Dengan melihat adanya kemungkinan baik ketika hubungan dilanjutkan, maka proses taaruf dianjurkan untuk dilanjutkan. Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika dia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah!” (HR. Ahmad dan Abu Dawud). 

“Cinta Itu Bukan Dibuktikan Dengan Menuliskan Namamu Di Dashboard Kendaraan, Tapi Dibuktikan Dengan Menuliskan Namamu Di Buku Nikah”

Seputar Pertanyaan

“Perempuan dinikahi karena empat alasan; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, karena agamanya. Maka pilihlah yang karena agamanya, semoga engkau berhasil dan selamat.” (HR. Bukhari no.5090)

afwan, dalam hadits lain juga Rasulullah bersabda :

“Jika yang datang (melamar) kepadamu orang yang kamu sukai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah.” Dijelaskan bahwa Nabi mengucapkan kalimat ini sebanyak tiga kali.

pada intinya 4 hal itu sudah saya jelaskan kepada Dinar, jika antum masih bertanya tanya maksudnya. Dan ana tidak muluk-muluk untuk memilih pasangan hidup, yg penting mau sama sama belajar, mau sama-sama mendidik keturunan yang soleh dan solehah, mau mendidik dan mencetak keturunan yang hafidz, memhami segala kekurangan maupun kelebihan dan tawakkal kepada Allah Swt.  

In Syaa Allah, karena saya punya usaha di Kuningan. Maka saya menginginkan tinggal di Kuningan karena saya juga sudah punya tempat tinggal sendiri di kuningan dan In Syaa Allah bisa setiap pekan, atau setiap bulannya kita bisa pulang ke rumah mertua dan menginap beberapa hari di sana. sesuai dengan kesepakatan…

Dengan tegas saya mengatakan TIDAK

Saya tidak akan melarang istri mau bekerja atau berkreasi apapun selagi halal. Namun alangkah lebih baiknya menjadi Ibu Rumah Tangga yang baik, dan sama sama membangun rumah tangga yg sakinah, mawaddah warohmah. Cukup saya yang mencari nafkah karena itu kewajiban saya sebagai suami. Dan in Syaa Allah, nafkah bukan hanya untuk istri dan anak saja, tetapi untuk orang tua kita juga. tinggal bagaimna istri mengatur keuangannya

Saya orangnya mudah bergaul dan menyukai anak kecil. Saya tidak mudah emosi dan in syaa Allah bisa memanajemen emosional. Namun, kebiasaan jelek saya adalah suka lupa waktu makan. Dan saya suka lupa waktu ketika sedang banyak kegiatan, tapi In Syaa Allah kewajiban tidak ana lupakan. Saya paling tidak suka dengan wanita yang tergila-gila dengan drakor (seperti akhir-akhir ini), dan yang menyibukkan diri dengan main game. Saya mengharapkan wanita yang tidak melupakan kewajiban kepada Allah dan cinta dengan Rasulnya. 

Namun sejatinya saya tidak membatasi kriteria.

Jika ada yang belum lengkap atau masih ada yang ditanyakan bisa ditanyakan melalui pihak ketiga kita yaitu Ukhti Dinar Wijayanti

“Hai, Bolehkah Aku Pinjam Namamu Untuk Didiskusikan Di Sepertiga Malam”